SekolahAbadi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
08788-5000-475 info@sekolahabadi.sch.id Senin - Sabtu: 07:00 - 15:00 WIB
SA

SekolahAbadi

SD Islam Terpadu — YBPA

Dasar Pijakan SekolahAbadi

Fondasi filosofis dan prinsip dasar yang melandasi seluruh kegiatan pendidikan di YBPA

📜 Landasan Filosofis

Yayasan Bakti Putra Abadi (YBPA) memposisikan diri sebagai Lembaga Penggerak Perubahan melalui pemberdayaan SDM dan pengelolaan SDA. Pemberdayaan SDM ini menjadi Misi Pertama dan Terpenting, yang melandasi misi YBPA lainnya.

Pemberdayaan SDM, yang diaktualisasikan melalui pendidikan formal dan non-formal, menjadi prioritas pertama dan paling utama dalam menjalankan program pengabdian YBPA. Pemberdayaan SDM disiapkan untuk melahirkan individu-individu terampil dan ahli yang berintegritas, yang akan menjadi pengelola SDA.

💡 Tiga Pilar Pendidikan SekolahAbadi-YBPA:

Pemberdayaan ini diwujudkan dengan menyelenggarakan pendidikan yang membebaskan (memerdekakan) — terpadu — inklusif, dari jenjang tingkat dasar sampai jenjang tingkat tinggi.

🔑 Tiga Pilar Pendidikan

1

Membebaskan (Memerdekakan)

Setiap anak didik adalah subyek didik yang mempunyai kebebasan untuk berpikir, memilih dan menentukan sikap sendiri. Pendidikan yang memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani.

2

Terpadu

Upaya menyeimbangkan kualitas anak didik antara "kepakaran duniawi" (pendidikan berbasis ilmu eksak, ilmu sosial dan life skill) dan "kecerdasan spiritual" (pendidikan berbasis ilmu normatif), dengan penekanan pada praktik pembiasaan pengetahuan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

3

Inklusif

Pendidikan yang terbuka di mana keberagaman dan keberbedaan diterima secara setara dan diperlakukan sama. Sikap inklusif menjadi pelajaran pembiasaan penting pertama bagi anak didik.

🌏 Semangat Inklusif & Rahmatan Lil'Aalamiin

Di YBPA, sikap inklusif menjadi pelajaran pembiasaan penting pertama bagi anak didik, agar mereka belajar dan terbiasa dengan sikap: terbuka, menerima perbedaan, menghormati dan menghargai keberagaman.

Sejak awal, para anak didik dibekali dengan teladan kesadaran dan perilaku, bahwa mereka adalah Perpanjangan 'Tangan' Sang Pencipta untuk menyampaikan kasih-sayang (rahman-rahim)-Nya kepada semua makhluk yang ada di semesta ini, melalui ilmu dan keahlian yang Sang Pencipta berikan.

"Indonesia dengan realita kehidupan aneka ragam, termasuk agama, adalah ciri atau karakter bangsa. Di situ dituntut kesediaan toleransi, saling menghargai, dan tenggang rasa. Maka muatan berkaitan semangat inklusif yang diprakarsai lembaga pendidikan keagamaan termasuk madrasah, menjadi sangat penting."

— Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

🌱 Pemahaman Semesta

Anak didik dikondisikan untuk bisa memahami sejak dini, bahwa selain diri mereka, di semesta ini ada makhluk lain yang harus mereka hormati:

  • Manusia yang Lain

    Yang bahkan ada yang sama sekali berbeda dalam segala hal dengan diri mereka — dan harus tetap dihormati.

  • Binatang

    Makhluk ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan disayangi sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem.

  • Tumbuhan

    Sumber kehidupan yang harus dipelihara dan dimanfaatkan secara bijaksana demi keberlangsungan kehidupan.

  • Makhluk Dimensi Lain

    Ciptaan Tuhan yang juga memiliki keberadaan dan harus diakui dalam pemahaman spiritual anak didik.

  • Benda-benda Alam

    Tanah, air, api, angin, dan lainnya — sumber daya alam yang harus dijaga keseimbangannya.

Untuk kepentingan kebermanfaatan bersama, semesta ini harus mereka pelajari, gali, kembangkan dan manfaatkan dengan tetap memperhatikan dan menjaga keseimbangannya, menggunakan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dan kuasai, dengan sebaik-baik perilaku, berlandaskan nilai "Rahmatan Lil'Aalamiin."

🎯 Harapan & Komitmen

Dengan model pembelajaran seperti ini, diharapkan setiap anak didik mempunyai keberanian untuk menentukan sikap secara mandiri dan memilih apa yang benar-benar paling dia minati dan inginkan lalu "mengeksplorasi" dirinya sampai ke tingkat maksimalnya.

🏠 SekolahAbadi-YBPA akan terus mengawal mereka, sampai mereka benar-benar berada "di tempatnya," meski secara formal mereka sudah tidak belajar di lembaga pendidikan YBPA.

SekolahAbadi-YBPA akan tetap menjadi rumah besar bagi mereka sampai kapan pun.

Saat mereka dewasa dan menjadi professional pengabdi — yang berjuang bagi kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan keseimbangan, khususnya bangsa dan negaranya — diharapkan segala kegiatan pengelolaan SDA yang mereka lakukan menjadi suatu kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan:

  • Pertanggungjawaban Profesional

    Secara konvensional-duniawiyah — dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, etis, dan profesional.

  • Pertanggungjawaban Spiritual

    Secara spiritual-ukhrowiyah — pertanggungjawaban kepada diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa.

Chat Admin