Paradigma SekolahAbadi
Kerangka berpikir dan acuan konseptual yang melandasi sistem pendidikan SekolahAbadi-YBPA
🌐 Visi Pendidikan UNESCO 2050
Pada 10 November 2021, UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengeluarkan dokumen visi pendidikan 2050: "Reimagining Our Futures Together." Masa depan (futures) berlaku jamak karena setiap masyarakat berhak mendefinisikannya sesuai budaya dan latar belakang masing-masing.
UNESCO sendiri sudah jauh-jauh hari mencanangkan 4 Pilar Pendidikan:
Learning To Know
Belajar untuk mengetahui & memahami
Learning To Do
Belajar untuk melakukan & berkarya
Learning To Be
Belajar untuk menjadi diri sendiri
Learning To Live Together
Belajar untuk hidup bersama
"Sesiapa orang yang mengalami (merasakan), maka dia akan mengetahui; sesiapa orang yang tidak mengalami (merasakan) maka dia tidak akan mengetahui. Pengetahuan akan menjadi kekuatan jika pengetahuan tersebut sudah benar-benar dialami dan dipraktekkan."
🧠 Taksonomi Bloom (Revisi Anderson & Krathwohl)
Lorin Anderson dan David R. Krathwohl (Th. 2001), melalui riset panjang dan uji coba yang mendalam, merevisi dan menyempurnakan hasil riset 6 taksonomi kognitif Benjamin Samuel Bloom (Th. 1956) dalam proses pembelajaran:
1. Mengingat
Remembering
2. Memahami
Understanding
3. Mengaplikasikan
Applying
4. Menganalisis
Analyzing
5. Mengevaluasi
Evaluating
6. Menciptakan
Creating
LOTS (Lower-Order Thinking Skill): Tingkatan 1-3 — keterampilan dasar, kemampuan berpikir tingkat rendah yang hampir otomatis dan refleksif.
HOTS (Higher-Order Thinking Skill): Tingkatan 4-6 — kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menjadi target pencapaian.
🇮🇩 Dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Jauh sebelum Indonesia merdeka, Raden Mas Soewardi Soerdjaningrat (Lahir 02 Mei 1889 – Wafat 26 April 1959) sudah meletakkan Dasar-Dasar Pendidikan yang kemudian menjadi pijakan filosofis dan sistem pendidikan nasional Indonesia, melalui Perguruan Taman Siswa yang didirikannya pada hari Senin tanggal 03 Juli 1922 di Yogyakarta.
"Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat."
5 Asas Kodrat dalam Pendidikan:
Asas Kemerdekaan
Asas Kodrat Alam
Asas Kebudayaan
Asas Kebangsaan
Asas Kemanusiaan
🎯 Empat Sentral Proses Pendidikan
Proses pendidikan Ki Hadjar Dewantara ditujukan untuk menguatkan karakter dan budi pekerti (budi: kesadaran, kecerdasan; pekerti: tindakan, aktualisasi, perilaku, sikap) anak didik:
Olah Pikir (Literasi)
Keunggulan akademis dan pembelajar sepanjang hayat
Olah Hati (Etika)
Kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa
Olah Rasa & Karsa
Integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan
Olah Raga (Kinestetik)
Sehat dan berpartisipasi aktif sebagai warga negara
🔄 Teori Trikon
Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan merupakan suatu proses pembudayaan sebagai usaha dalam memberikan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Dalam upaya ini, beliau mengemukakan Teori Trikon:
Teori Trikon Ki Hadjar Dewantara
- Kontinu — Pendidikan di Indonesia mesti dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.
- Konsentris — Mengembangkan pendidikan harus sesuai dengan kebudayaan serta nilai luhur bangsa yang ditanam dalam generasi muda.
- Konvergen — Mengembangkan mutu pendidikan Indonesia agar setara dengan kualitas pendidikan yang maju di dunia barat.